Role Mode

10 Feb

Sadar atau tidak, manusia selalu hidup dengan mencontoh. Betulkah ketika kita menyebut bahwa seorang idola selalu menjadi seorang role mode? Sepertinya tidak sepenuhnya benar. Hanya 80 persen mungkin. Ketika si A mengidolakan si B, si A secara tidak sadar menetapkan sebagian besar patokan baik ada pada di si B. Tapi ada juga kasus dimana ia hanya memiliki sedikit kekaguman pada suatu sosok. Misalnya aku yang nge-fans pada one direction karena lagu-lagunya yang keren yang personilnya yang memanjakan mata. Sebatas itu saja. Tidak kuidolakan dengan sangat sehingga pengaruhnya masuk dalam diriku.

Because this is my blog, let me tell you about way more personal thing about me J Hopefully you’ll find out this is interesting and useful. Amin. Well, kalau aku sendiri kurasa tidak memiliki satu sosok panutan saja. Tidak ada satu role mode yang begitu kupuja dan kuamini semua perlakuannya. Oh wait, I have one. Rasulullah saw. He is the ultimate role mode. The most perfect of all imperfect human in history. Tapi menurutku role mode yang satu ini benar-benar mutlak kebenarannya. Bagaimana beliau mengasihi, beribadah, bagaimana beliau bersikap adil, semua tentang beliau sungguh patut diteladani.

Role mode yang berdampak besar bagi diriku tentu saja keluarga. Karena mereka adalah yang terdekat. Dari lingkup keluarga aku meneladani seorang ibu yang begitu luar biasa mencurahkan seluruh hidupnya untuk keluarga, mendidik anak-anaknya, memiliki banyak waktu untuk keluarganya, menjadi sosok yang tegas sekaligus penyayang. Seorang ayah adalah sosok yang konsisten, yang penuh pendirian, yang kuat, melindungi, tapi juga penyayang. Dan juga dua kakakku yang selalu mengajarkan bahwa beginilah hidup ini, bahwa hidup ini harus diterimam dijalani, dan diperjuangkan.

Ok. Mari kita beranjak pada role mode yang mungkin lebih diharapkan banyak orang untuk dibahas. Sejujurnya aku tidak memiliki role mode khusus. Aku hanya mengambil semua kebaikan yang ada di sekelilingku. Tak jarang aku menjadikan seorang tokoh imajinatif dalam novel sebagai teladan. Karena panutan dan keteladanan adalah perkara nilai.

Aku sangat mengagumi setiap orang yang tetap kuat ibadahnya dikala dirinya sangat sibuk dengan berbagai macam hal. Aku mengagumi para pengajar yang senantiasa mengingat adab, cerdas, dan disiplin. Aku mengagumi sosok kartini sebagai representasi wanita cerdas pada jamannya. Yang tidak serta merta menurut pada nilai mayoritas yang jelas-jelas salah, yang mampu meliat dunia dengan terbuka, menjadi wanita dengan pendirian, dan suaranya terdengat karena ia menulis. Kekaguman juga selalu kutujakan pada sosok yang senantiasa menjaga anugrah kesehatannya, menjada kebugaran tubuhnya, dan selalu menekankan untuk merpikir dan berprilaku positif.

Aku juga mengagumi tokoh Nyai Ontosoroh pada Novel Bumi Manusia, yang digambarkan sebagai wanita dengan pendirian tangguh, dengan harga diri yang dilindungi sendiri, dengan usahanya untuk tidak selalu meminta perlindungan lelaki, wanita yang dapat memimpin, wanita dengan ketegasan tapi juga tidak kurang banyak rasa kasih sayang untuk orang-orang sekelilingnya. Aku kagum pada Elia dalam buku Gunung Kelima karena ia adalah sosok yang dapat dengan tabahnya menerima, yang dengan tangguhnya dapat memulai untuk membangun kembali. Aku banyak menemukan role mode dan kebijaksanaan dari kisah-kisah hidup pada buku-buku yang kubaca. Yang bahkan tak terbayangkan peristiwa konfliknya.

Sangat penting memiliki sosok panutan yang memberi dampak positif. Karena ada pepatah yang mengatakan bahwa “kau adalah apa yang kau baca, kau adalah apa yang selalu kau lihat dan perhatikan.”

Slowly but sure, role mode itu akan memberikan gambaran atas apa yang harus kau perbuat, apa yang harus kau lakukan ketika menghadapi ini itu, dan most of all role mode akan menjadikanmu semakin dekat dengan sifat yang kau panuti itu.

POTENSI DIRI

10 Feb

Semua dari kita –manusia- selalu mengimpikan untuk menjadi sangat hebat dan sangat sukses. Begitulah kiranya gambaran umumnya. Ingin menjadi yang sangat kaya, sangat pintar, sangat beruntung dibidangnya. Satu fakta yang tidak boleh dilupakan adalah ketika seseorang telah menetapkan standardnya yang luar biasa tinggi, ia juga harus bekerja dengan luar biasa keras pula. Sehingga keinginan dan niat itu juga dibarengi dengan usaha.

Beberapa pepatah mengatakan bahwa kemungkinan sukses disuatu bidang akan semakin besar ketika bidang tersebut sesuai dengan potensi diri kita. Sehingga kita akan dengan mudah mengembangkan benih kemampuan yang telah tertanam dalam diri ini. Jika demikian dapat diasumsikan bahwa setiap orang punya potensi masing-masing, atau dapat dikatakan bakat. Lantas bagaimana dengan seseorang yang merasa tidak menjadi menonjol dalam bidang manapun? Bagaimana dengan mereka yang hidupnya rata-rata saja?

Apakah dua paparan diatas menunjukkan sebuah konklusi bahwa kesuksesan dalam suatu bidang harus selalu diiringi dengan bakat yang selaras dalam bidang tersebut? kurasa tidak. Beberapa orang memang memiliki potensi diri yang sedari kecil sudah disadari dan dikembangkan. Dengan begitu mereka akan tahu akan dibawa kemana bakat tersebut. Akan dikembangkan dimana. Akan dimanfaatkan menjadi apa. Tetapi potensi juga bisa dipupuk sesuai keinginannya. Serta suatu kesuksesan yang Maha hebat tentu tidak didapat hanya dengan sekedar bakat, tapi juga dengan komitmen dan kerja keras.

Potensi yang pasti dari setiap diri manusia adalah tekad untuk mengusahakan yang ingin ia capai. Itulah potensi sejati setiap manusia. Tidak ada ceritanya seorang dikatakan gagal dalam ujian karena ia tidak memiliki potensi akademis sama sekali. Memang ada kemungkinan bahwa ia tidak terlalu memiliki kemampuan akademis yang tinggi. Namun ketika ia mengusahakan sedikit lebih keras tentu hasilnya juga akan lebih baik.

Tidak baik mendewakan dan mengatasnamakan potensi diri untuk kesuksesan dan kegagalan yang diraih. Harus diingat bahwa komitmen dan keseriusan juga turut memiliki andil didalamnya. Meski demikian, potensi diri juga penting karena biasanya ketika seseorang merasa ia memiliki potensi yang cukup baik disuatu bidang, ia akan memiliki minta yang lebih besar dalam ranah itu. Yang selanjutnya minat itu akan membuatnya lebih mudah merencanakan masa depan dan membuat rencana dengan jangka yang terukur. Itulah hal terpenting dari menemukan suatu potensi diri. Sebagai suatu harapan dan acuan.

Ketika seseorang hanya berminat pada suatu hal yang ia sama sekali asing sebelumnya dan ia tidak yakin apakah ia berpotensi dibidang itu, bukan berarti peluang berhasilnya tipis. Jika ia mengusakan ia tentu akan berhasil, dengan usaha yang ekstra keras tentunya.

Potensi diri ibarat anak panah yang diberika Tuhan. Ia akan berguna ketika ujungnya terus kau asah. Lalu kau lesatkan ia ke sasaran yang tepat. Ketika anak panah itu sudah ada di tangan tapi tidak juga kau bawa kemana-mana maka ia akan menjadi percuma.

Bagaimana mengenali potensi diri

Untuk dapat mengembangkan potensi diri, seseorang harus terlebih dahulu mengenali apa yang akan ia kembangkan. Ibarat ingin memiliki anjing pelacak yang tangguh, seseorang harus mulai untuk mengajaknya bermain kemudian melatihnya hingga menjadi expert dibidangnya.

Cara termudah untuk mengenali potensi diri adalah dengan mengevaluasi diri sendiri. Dengan berkaca pada pengalaman. Dengan berkaca pada pencapaian dan kegagalan. Ketika melakukan evaluasi diri, seseorang akan mulai merasakan pada saat melakukan hal apa ia menjadi lebih bersemangat dari pada biasanya, merasa pekerjaan itu lebih mudah ia lakukan dibanding kebanyakan orang, dan merasa bahwa ia melakukannya dengan setidaknya sedikit lebih baik dibanding dengan orang kebanyakan.

Banyak dari kita cenderung melakukan kegiatan sehari-hari dengan sangat rutin sehingga ia lupa memaknai dan mengevaluasi kinerjanya setiap hari. Rutinitas itulah yang biasanya menyesatkan dan membutakan manusia mengenai potensinya dan mengenai minatnya akan sesuatu.

Selain mencoba mengevaluasi diri sendiri, teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk mencoba mengenali apakah bakat seseorang sesungguhnya. Seperti metode finger print. Alternatif lain yang mungkin lebih akurat adalah melakukan evaluasi diri dengan metode yang lebih ilmiah yaitu dengan melakukan psikotest.

8th EPW of TF ITS 2017

10 Feb

First thing first, mari kita perkenalkan apasih EPW ituu.. EPW merupakan Engineering Physics Week a.k.a Pekan Teknik Fisika – yang juga merupakan acara terbesar kedua di ITS a.k.a Institut Teknologi Sepuluh Nopember. So Cool isn’t it bruh 😉 Nah tahun ini was an honor for me untuk menjadi bagian dari kepanitiaan EPW 2017. It was my very first experience untuk menjadi panitia dari acara berskala nasional. So much excitment!!

Secara keseluruhan acara 2017 dapat dikatakan cukup sukses. Walaupun dengan banyak keterbatasan dan hambatannya, tapi titik-titik kritis itu toh telah dilalui juga.

Seperti kebanyakan acara, acara ini juga bukanlah suatu acara sempurna tanpa molor dari rundown atau tanpa miss komunikasi. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana semua itu bisa teratasi dengan keputusan cepat tepat yang diambil.

To make this review become way better, let me introduce the whole things to you, dear readers!! Jadi EPW ini memiliki empat sub event, yaitu EPC (Engineering Physics Challange), SNOW (kind of LKTI), SNAPSHOT (Photography competition), dan ILTC (Indonesia Line Tracer Competition)

Selayaknya sebuah jurusan yang mengatas namakan nama pelajaran tertentu (kalo waktu sekolah sih gitu hehehe), Teknik Fisika ITS juga tidak kalah untuk mengadakan olimpiade di bidang Fisika Teknik. Aplikatif gitu deh critanya guys. Udah keren ngga? Kelihatan keren apa malah serem sama fisikanya? wkwk. Tapi serem-serem gitu peserta nya nyampe 2019 Tim lho… Sukses kan nih acaranya, ya dong. Siapa dulu panitia dibaliknya haha.

Jadi kesimpulannya sesulit apapun fisika, semenyeramkan apapun kelihatannya, banyak juga kok yang sayang sama dia. Ceilah. Menyaksikan kompitisi EPC begitu menyenangkan, entertaining, dan jauh dari kesan membosankan. Kadang sih bosen dikit, tapi asiknya lebih banyak kok. Apalagi waktu semi final tuh! Plot twist nya kena banget waktu semi final! Tim yang udah juara 1 2 di babak penyisihan dan perempat final, bisa ngga lolos di babak semi final. Just one way closer menuju final. But yah, this is Challenge, not just an ordinary Olimpyade.

Ketika Semi Final tantangannya adalah menjawab soal fisika dengan sistem jual beli. Selain harus pinter-pinter mengerjakan soal juga harus kritis tuh strateginya. So sad melihat ekspresinya kedua tim unggulan tersebut tidak lolos. Tapi ya itulah pertandingan, seperti hidup, tidak semua yang diinginkan didapatkan. But, you guys surely and redoubtably Awesome.

Presentasi SNOW tidak kalah sengitnya. Pameran Snapshot menampilkan foto-foto yang sangat memukau. ILTC juga sangat menyenangkan untuk ditonton. Lomba robot line tracer keren juga ya! Bermain dengan sensor, kecepatan, dan ketepatan.

EPW banyak mengajarkan dan membekali how to manage an event dengan sangat baik. Kelebihannya dengan sangat terbuka bisa dicontoh untuk kasus selanjutnya. Kesalahan dan evaluasinya juga harus selalu diingat untuk acuan yang lebih baik nantinya. One thing for sure, everything done with love is done well. Ketika suatu acara non profit seperti itu dikerjakan dengan ikhlas, dengan niat yang baik, dengan kebersamaan yang merekatkan, dengan semangat yang terus disulut, semesta akan turut mengamini kerja keras tersebut.

BIGest THANKS to Mas Mbak 2015 yang telah banyak membimbing kami. Juga pada semua TF ’16 yang telah teruji title “terbaek”nya. XOXO

———————————

Menyaksikan iklim kompetisi juga membuatku merasakan penuh suka cita. Melihat senyum lebar bahkan tak jarang melihat tangis bahagia. Sayangya, dunia ini penuh dengan paradoks. Ketika empat orang yang tersenyum lebar, beberapa meter disampingnya juga terlihat murung menyembunyikan kecewa. Tapi aku harus mengingat satu hal bahwa hidup ini adalah perjalanan panjang untuk menerima hitam dan putih. Untuk selalu belajar memperjuangkan dan mengikhlaskan.

It is what it is. Que sera sera.

UKM EXPO ITS 2016

5 Oct

Written by: Nuril Hidayati, 2416100026

Terhitung empat hari yang lalu, sejak artikel ini ditulis, ITS mengadakan suatu wadah untuk menunjukkan UKM yang dimilikinya. Acara tersebut bernama UKM EXPO. Pepatah atau kiasan klasik “ku akan tetap bertahan walau ada hujan atau badai yang menerjang” nampaknya sangat menggambarkan pelaksanaan UKM Expo pada 1- 2 oktober yang lalu. Baru beberapa jam setelah acara opening, hujan deras mengguyur Surabaya. Alhasil kegaitan yang dilaksanakan di Taman Alumni ITS itu sedikit banyak terganggu. Memang suasana hari itu begitu teduh diselimuti mendung. Sempat tertunda, tapi bagaimanapun,

The show must go on.

Di UKM Expo, masing-masing UKM mendapatkan durasi untuk unjuk kegaitan yang merepresentasikan kegaitan mereka masing-masing. Sungguh mengagumkan melihat keterampilan dan kemampuan mahasiswa yang tidak setengah-setengah itu. Kebolehan mereka semakin mengukuhkan, bahwa menjadi mahasiswa memang tidak melulu mengenai IPK saja. Banyak hal lain yang bisa dikembangkan, banyak potensi yang bisa digali, banyak UKM yang dapat diikuti.

Setelah melakukan registrasi di pintu masuk UKM Expo, setiap orang akan mendapatkan koin 100 rupiah. Salah satu sisinya telah ditempeli stiker sedemikian rupa, yang menyulap uang 100 rupiah nampak lucu dan unik. Fungsi dari koin itu adalah untuk memberikan vote pada salah satu UKM yang dirasa penyajiannya dalam UKM Expo ini paling menarik. Setiap pengunjung tentu akan bingung memilih yang mana, karena saat UKM Expo masing-masing UKM memang aktif menarik minat pengunjung dengan berbagai cara. Ada UKM Teater yang menyajikan pertunjukan, UKM robotika yang menampilkan kecanggihan teknologi dengan memainkan drone, ada UKM Bela diri yang meminta vote dengan memakai baju khas bela dirinya, dan sebagainya.

UKM Expo sepertinya tak pernah terlihat sepi. Begitu tinggi antusias dari mahasiwa baru untuk dapat mengembangkan diri di UKM pilihannya masing-masing. Semoga saja niat baik tersebut akan senantiasa terjaga. Hingga kami dapat mengharumkan ITS melalui UKM yang kami ikuti.

A Very First Month Being Home

5 Oct

Written by: Nuril Hidayati, 2416100026.

1472698217629

Akhir Agustus 2016, ribuan jiwa merasakan euforia menjadi mahasiswa baru di ITS, kampus perjuangan. Memasuki gerbang perkuliahan di ITS adalah salah satu pengalaman paling bersejarah yang pasti akan terkenang selama kehidupan seseorang. Untukku dan angkatan 2016, Teknik Fisika akan menjadi tempat dimana kenangan itu banyak ditorehkan selama kurang lebih empat tahun ke depan. Seperti yang lalu-lalu, memasuki suatu lingkungan baru selalu membutuhkan usaha lebih untuk beradaptasi. Sempat terbesit suatu keraguan, apakah proses itu akan berlangsung begitu lama.

Tapi ternyata, angkatan 2016 adalah hal yang sama sekali lain dari semua hal negatif itu. Bersama mereka aku menemukan arti bahwa kebersamaan dapat membuat sesuatu terasa-setidaknya-lebih mudah. Mereka selalu ada untuk satu sama lain. Menghadapi semua hambatan dan kesulitan dengan semangat yang selalu terjaga. They are home, for the next four years.

Solidarity forever, indeed.

Salah satu rangkaian kegiatan penting yang harus dilewati mahasiswa baru ITS adalah mengikuti OKKBK. Empat hari di OKKBK (Orientasi Keilmiahan & Keprofesian Berbasis Kompetensi) ternyata sarat manfaat. Tidak hanya sekedar materi, tapi juga nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, konsistensi, dan bertangggung jawab atas dirinya sendiri. Sungguh luar biasa dapat bertemu dengan orang-orang hebat disana, bertemu pembicara yang memotivasi, dan mendapat materi yang tidak mungkin bisa didapatkan tanpa gelar sebagai mahasiswa baru Teknik Fisika ITS 2016.

Satu lagi kegiatan dan tradisi unik yang ada disini, adalah Tasyakuran Wisuda. Alkisah, Teknik Fisika merasakan TW 114 pada tanggal 25 September lalu. TW di ITS sangat jauh dengan kesan kolot, hening, atau membosankan. One of the most exciting part adalah ketika para wisudawan dikarak dari Graha menuju Jurusan. Dengan toga yang telah  diusahakan dengan jerih payah selama ini, wisudawan sangat lantang mengumandangkan Vivat TF bersama. Sungguh meriah, haru, dan tentunya akan menjadi perpisahan manis yang tekenang.

 

 

Tips Mengahdapi Ujian Nasional

8 Mar

images

1. Persiapan Awal yang Matang

Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

2. Tetap Tenang dan percaya diri

Yakinkan pada diri kamu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik. Karena percaya diri merupakan poin penting dari salah satu kesiapan dalam ujian nasional. Tanpa adanya kepercayaan diri terkadang otak kita bisa blank hilang konsentrasi. Caranya bisa dengan duduk yang tenang, santai, rileks. Continue reading

Tips Berpakaian untuk Large Size

8 Mar
The Lifestyle kali ini akan membahas tentang tips dan trik berpakaian untuk tubuh gemuk. Bagi anda yang memiliki tubuh gemuk atau besar, mungkin anda sering mengalami permasakahan saat memilih baju. Tentu jika anda sangat memperhatikan penampilan, anda pasti akan berusaha keras untuk memilih baju agar cocok. Jika tidak begitu mungkin saja anda akan dapat semakin terlihat gemuk dan membuat anda tidak percaya diri nantinya.
Tips dan trik berpakaian untuk tubuh gemuk ini adalah solusi untuk anda yang selalu menjaga penampilan bagi anda yang memiliki tubuh gemuk. Bukan berarti ketika anda memiliki tubuh gemuk atau besar anda tidak bisa bergaya, namun dengan sedikit penyesuaian anda tetap bisa mengikuti trend fashion yang saat ini sedang banyak diminati oleh semua orang. Langsung saja berikut adalah tips dan trik berpakaian untuk tubuh gemuk :
tubuh-wanita-rahasiadiva-com
1. Kenali dahulu bentuk tubuh
Saat anda akan memutuskan untuk memilih pakaian yang cocok, kenalilah terlebih dahulu bentuk dari tubuh anda. Karena jika anda bisa mencocokkan bentuk tubuh dan pakaian yang anda gunakan, penampilan anda tentu akan terlihat sangat memuaskan.
2. Hindarilah pakaian longgar Continue reading

Asal Usul Lambang 12 Zodiak

8 Mar

Capricorn

Menurut mitologi bangsa Yunani, kambing yang dijadikan lambang zodiak ini memang kambing betulan. Namanya Amaltheus. Kambing ini pernah memberikan air susunya kepada dewa Zeus, ketika dewa tertinggi bangsa Yunani kuno ini masih bayi, dan berada dalam gua disembunyikan ibunya sebab takut dimangsa bapaknya yang ganas bernamaChronoos. Karena jasanya ini, kambing ini lalu diangkat ke langit, dibekali cahaya. Dan jadilah bintang.

Aquarius



Dilambangkan oleh seorang pemuda kece yang sedang menuang air dari tempayan besar. Siapa sih cowok kece ini? ialah yang bernama Ganimedes, pelayan paling setia dewa Zeus. Tugasnya memang membawakan minuman dewa paling agung bangsa Yunani itu. Continue reading

Asal Usul adanya Shio

8 Mar

Alkisah, pada jaman dahulu kala, hiduplah Dewa di puncak gunung yang berada di tengah pegunungan. Hari itu adalah 30 Desember, sehari sebelum tahun baru. Sang Dewa menulis surat kepada binatang-binatang seluruh negeri. Dewa yang telah selesai menulis surat-surat itu lalu meniupnya dari jendela. Surat-surat itu diterbangkan oleh angin, ke gunung, sungai lembah, dan hutan, ke segenap penjuru.

Keesokan harinya, tanggal 31 pagi, para binatang menerima surat itu. Isinya seperti ini:
“Pada pagi hari di Tahun Baru, saya akan memilih binatang yang paling cepat datang kemari, dari nomor satu sampai nomor dua belas. Lalu setiap tahun saya akan mengangkat satu-persatu sebagai jenderal berdasarkan urutan. Tertanda, Dewa.”
Para binatang menjadi bersemangat.

ai“Wah, kalau begitu, aku harus menjadi jenderal!”
Tetapi, ada seekor binatang yang tidak membaca surat ini, yaitu seekor kucing yang suka bersantai. Kucing mendengar tentang surat Sang Dewa ini dari tikus. Tikus yang licik berkata bahwa mereka harus berkumpul ke tempat Dewa pada tanggal 2 pagi, padahal seharusnya tanggal 1 pagi.
“Oh Tikus, terima kasih atas kebaikan hatimu.”
Semua binatang bersemangat sambil memikirkan tentang kemenangan.
“Baik, besok pagi-pagi ya. Aku akan tidur cepat malam ini.”
Semua binatang tidur cepat.
Tetapi, hanya sapi yang berpikir, “Jalanku lambat, jadi aku akan berangkat malam ini.” Maka berangkatlah sapi sebelum matahari terbenam. Tikus yang melihatnya lantas meloncat menaiki punggung sapi.
“Betapa menyenangkan!”
Sapi yang tidak menyadarinya terus berjalan dengan lambat.
“Mungkin aku jadi nomor satu. Moooo!”

h

Keesokan harinya, para binatang berangkat sekaligus saat hari masih gelap. Anjing, monyet, harimau, ular, kelinci, ayam, domba, juga kuda, semuanya berlari menuju tempat tinggal Sang Dewa. Akhirnya matahari tahun baru mulai terbit. Yang muncul membelakangi matahari itu, pertama-tama adalah…sapi. Oh, bukan! Itu adalah tikus!
Tikus melompat turun dari punggung sapi, lantas melompat ke hadapan Sang Dewa dengan cepat.
“Dewa, Selamat Tahun Baru!”
“Oh, selamat! Selamat!”
Sapi merasa sangat kecewa.
“Mengapa? Moooo!”
Sapi menangis.
kf
Lalu berturut-turut datanglah harimau, kelinci dan naga. Binatang-binatang lainnya tiba susul-menyusul. Akhirnya, tibalah waktu pengumuman urutan pemenang oleh Sang Dewa.
“Saudara-saudara sekalian, selamat datang. Sekarang saya akan mengumumkan hasilnya. Nomor satu tikus. Dilanjutkan dengan sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing, dan babi hutan. Dengan demikian, telah ditetapkan pemenang nomor satu sampai nomor dua belas!”
12 ekor binatang yang terpilih ini disebut 12 Shio Binatang.
Kedua belas shio binatang itu mulai berpesta pora dengan minuman keras sambil mengelilingi Sang Dewa.
“Mari minum!”
Naga dan harimau juga bersuka ria. Kelinci dan tikus juga bekata, “Mari minum!”
Shio-big(16Feb11)

Saat itu kucing datang berlari-lari dengan wajah yang marah dan menakutkan.
“Tikus!!! Kenapa kamu menipuku! MEONG!!! Aku akan menangkap dan memakanmu. Sini!!!”
Tikus berlari terbirit-birit. Kucing berputar-putar mengejarnya.
Pesta itu amat ramai.
Sejak saat itu, mulailah era 12 shio binatang. Mulai dari tahun tikus, lalu sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing, dan babi hutan.
Kucing yang tidak termasuk dalam 12 shio binatang karena ditipu tikus, sampai sekarang pun masih berputar-putar mengejar tikus. Ia masih marah akan tipuan tikus.

Bahaya Begadang

8 Mar

begadang-tetap-sehat

Sebagai olahraga paling diminati, sepakbola selalu mendapat perhatian lebih dari penggemarnya. Kapan pun pertandingan sepak bola digelar, bagi para penggila olahraga yang paling banyak diminati ini pasti akan ditonton. Tak terkecuali jika kita harus menyaksikannya tengah malam. Atau di saat seharusnya tengah beristirahat. Tapi karena kegemaran inilah, terkadang kita akan memaksakan diri untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, ujung-ujungnya kita harus begadang hingga pagi hari.

Mungkin yang kita kenal gangguan akibat kurang tidur atau terlalu banyak begadang bagi kesehatan yakni menjadi mudah ngantuk di siang hari. Namun, sebenarnya dari beberapa penelitian diketahui banyak bahaya lainnya dari begadang. Apa saja penyakit yang bisa ditimbulkan dari kurang tidur atau banyak begadang tersebut, berikut spotlite merangkum nya untuk Anda.

1. Meningkatkan Gejala Stroke

Stroke

Bahaya pertama dari begadang yakni meningkatkan gejala stroke. Dari sebuah riset hasil penelitian dari Universitas Alabama di Birmingham yang melibatkan 5666 responden berusia 45 tahun ke atas, kuantitas tidur yang kurang dari enam jam menjadi salah satu pemicu gejala stroke.

Dalam penelitian yang di pantau perkembangannya selama tiga tahun, para responden tidak memiliki riwayat stroke, serangan isemik transien, gejala stroke atau resiko tinggi terkait sleep apnea. Dan hasil penelitian menunjukkan, mereka yang punya kebiasaan tidur kurang dari enam jam setiap hari memeiliki resiko lebih tinggi mengidap stroke dibanding responden lain yang tidurnya cukup, atau lebih dari enam jam. Continue reading